Yayasan Margasiswa

Margasiswa pada awalnya adalah sebutan untuk sekretariat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Jakarta.

Dalam percakapan sehari-hari, Margasiswa sering disingkat menjadi Marga.

Di kemudian hari, sebutan Marga untuk sekretariat PMKRI banyak diadaptasi oleh PMKRI cabang lainnya, seperti Marga Putera dan Marga Puteri di PMKRI Cabang Bogor, atau Marga Bina di PMKRI Cabang Medan.

Ada 5 Margasiswa di Jakarta, berturut-turut adalah
– Margasiswa I di Jl. Sam Ratulangi No.1 Jakarta Pusat,
– Margasiswa II di Jl. Mangga Besar VIII No.15, Taman Sari, Jakarta Barat,
– Margasiswa III di Jl. Kartika Eka Paksi No.1, KPAD Jatiwaringin, Jakarta Timur,
– Margasiswa IV di Jl. Tanah Abang I No.25 B, Petojo, Jakarta Barat, dan
– Margasiswa V di Jl. Melawai Raya No.196, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut tentang Margasiswa I

Lebih lanjut tentang Margasiswa II

Lebih lanjut tentang Margasiswa III

Lebih lanjut tentang Margasiswa IV

Lebih lanjut tentang Margasiswa V

Sejarah Yayasan Margasiswa

Margasiswa dihibahkan atau dibeli dengan harta pribadi rohaniwan Katolik. Mengingat rohaniwan Katolik terikat kaul kemiskinan, maka pengelolaan Margasiswa kemudian diserahkan kepada Yayasan Margasiswa yang didirikan oleh Keuskupan Agung Jakarta.

Maka segala hal yang berhubungan dengan penggunaan fasilitas Margasiswa menjadi tanggung jawab Yayasan Margasiswa.

Ketua Yayasan Margasiswa

1986-1987 : Kristoforus Sindhunata
? : Charles Mangun
? : Paulus Harli
? : Paulus Januar
? : Rudy Wanandi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*